Kakao Di Lahan Jagung -- Tingginya Harga Mendorong Warga
JENDARAS GINTING | TANEH PINEM (Karo Baluren) | Kakao yang dalam bahasa sehari-hari disebut cokelat sedangkan bahasa ilmiahnya adalah Theobroma Cacao L menjadi tanaman primadona di Kecamatan Taneh Pinem (Kabupaten Dairi). Warga terdorong membudidayakan tanaman ini karena harga kakao yang sangat tinggi saat ini.
Sejak April 2024 lalu, harga kakao naik secara signifikan, bahkan hingga mencapai Rp180 ribu/ kg dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp30 ribu/kg.
Sejak saat itu, masyarakat di Kecamatan Taneh Pinem pun mulai memperluas lahan untuk tanaman Kakao. Bahkan lahan yang sebelumnya untuk budidaya jagung mulai dialihkan ke kakao. Ada juga kakao ditanam bersama dengan jagung, karena kakao baru bisa berproduksi setelah berumur 3 tahun. Sementara jagung hanya 4 bulan.
Jadi, selagi menunggu kakao berbuah, masih ada hasil dari jagung. Tapi, menurut petaninya, baiknya kakao ditanam bersama pisang karena kakao butuh pelindung dari cuaca panas di siang hari. Selain itu, pisang adalah tanaman yang dipenuhi dengan air maka kakao tidak kekurangan air jika kemarau panjang melanda.
Saat ini, memang harga kakao mengalami penurunan dari sebelumnya Rp120 ribu/kg menjadi Rp95 ribu/kg, tapi antusias warga menanam kakao masih sangat tinggi.