Kolom Aditya W. Gintings: Kembali Ke Masa — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Aditya W. Gintings: Kembali Ke Masa

Budaya ·
Kolom Aditya W. Gintings: Kembali Ke Masa

Back to the Future adalah film yang terpaksa kita ingat. Dirilis tahun 1985, saat teknologi canggih berarti membuat mobil terbang… di layar kaca, tentu saja. Kalau dibuat tahun 1992, mungkin gambarnya lebih mulus, lebih rapi, lebih meyakinkan.

Terlalu cantik untuk ukuran 1985, zaman ketika masa depan masih dibayangkan dengan kabel-kabel besar dan efek asap tebal.

Tapi, andai film itu benar-benar lahir sesuai kualitas zamannya, mungkin judulnya bukan Back to the Future, melainkan Go to the Past. Judul yang pas sekali untuk zaman ini — zaman ketika semua orang sibuk mengarak masa lalu sebagai masa depan, mengubah aib jadi prestasi, dan menyulap kegagalan jadi pahlawan nasional.

Namun, tentu saja, kucing penjilat tak pernah melihat keanehan itu. Ia terlalu sibuk menjulurkan lidahnya di sela-sela jari kakinya sendiri, mencicipi sisa-sisa sampah yang menempel di tubuhnya. Entah apa yang diinjaknya — mungkin kotoran sejarah, mungkin busuk propaganda.

Tak peduli. Ia tetap menjilati, menggaruk kepala seolah berpikir keras, padahal hanya menempelkan lebih dalam apa yang seharusnya dibersihkan.

Dan begitu seterusnya: manusia memanipulasi waktu, penjilat membersihkan bangkai kebohongan, sementara dunia, perlahan-lahan, kembali berjalan mundur—dengan sorak-sorai mereka yang bangga telah memenangkan lomba berlari ke belakang. https://www.youtube.com/watch?v=Z11S2GEHQh8