Kolom Aditya W. Gintings: Pundak Jokowi — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Aditya W. Gintings: Pundak Jokowi

Budaya ·
Kolom Aditya W. Gintings: Pundak Jokowi

Kadang, menyaksikan keadaan hari ini… ada rasa pilu yang sulit dihindari. Jokowi—sosok yang dulu dibanggakan banyak orang sebagai harapan dari rakyat biasa—kini berdiri sendirian di tengah pusaran tudingan. Semua yang gagal, semua yang kacau, semua yang tidak sesuai harapan… ditumpukkan padanya. Seolah tak pernah ada upaya, seolah tak pernah ada niat baik.

Padahal, bisa jadi ia pun hanya manusia biasa yang tersesat di antara kekuasaan dan harapan yang terlalu besar.

Dan lihatlah… “Termul”, yang katanya penerus, justru terlihat panik. Bukannya menenangkan rakyat, malah sibuk mencari pembenaran. Kata-katanya seperti pecahan cermin—terlihat mencoba jujur, tapi memantulkan bayangan yang retak.

Sementara para oligarki… mereka masih duduk di singgasana sunyi. Barangkali mereka sudah mulai merasa panas. Barangkali mereka tahu, masa nyaman itu takkan lama. Tapi seperti biasa, mereka akan bertahan… selama kita tetap diam.

Yang menyakitkan adalah ini:

Di tengah semua kegaduhan, rakyat kembali jadi penonton. Diseret ke dalam konflik, dipaksa memilih, tanpa pernah benar-benar diberi suara. Dan kita hanya bisa berharap, semoga luka-luka ini tak berubah jadi trauma yang diwariskan ke generasi berikutnya.

Tapi harapan itu masih ada. Jika yang bersalah berani mengakui, jika yang tersesat mau kembali, dan jika kita semua mulai bicara jujur—bukan demi menyalahkan, tapi demi memperbaiki. Negeri ini terlalu berharga untuk dibiarkan hancur karena ambisi segelintir orang.