Kolom Alvian Fachrurrozi: Otonomi — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Alvian Fachrurrozi: Otonomi

Budaya ·
Kolom Alvian Fachrurrozi: Otonomi

Sebagai warga sipil kita itu harus percaya diri sebagai warga yang berpikir dan memiliki kebebasan berpikir. Jangan sebentar-bentar mengumbar diksi "mohon izin" ketika mau bertanya, berkomentar, atau berpendapat. Dalam pergaulan warga sipil, itu yang berlaku prinsip kesetaraan.

Jika sebentar-bentar memakai diksi mohon izin, itu mau izin dengan siapa?

Begitu juga, kita jangan suka sebentar-bentar mengumbar diksi "siap", ketika ada seseorang yang memerintahkan sesuatu. Sebagai warga yang memiliki otonomi berpikir kita mesti menyelidik dan memikirkan dulu apakah perintah dari seseorang itu masuk akal atau tidak, berbahaya atau tidak, bermanfaat atau tidak.

Jangan patuh buta dan suka mengutip kata siap, itu menurunkan derajat kita sebagai warga sipil. Mungkin kita memang kurang awas dan sadar jika diksi mohon izin dan diksi siap itu tidak lain adalah diksi militer yang sudah menyusup sedemikian rupa dalam percakapan dunia sipil kita sehari-hari.

Saya tidak anti militer, saya hanya anti hegemoni militerisme yang menginginkan semua orang harus mengikuti budaya tunggal militer. Dunia militer memang memiliki kelebihannya sendiri, terutama soal nilai kedisiplinan. Tetapi dunia sipil juga tak kalah memiliki kelebihannya sendiri yaitu terutama "otonomi berpikir".