Kolom Bastanta P. Sembiring:
Beredar vidio saat hiburan final Piala Kemerdekaan yg menampilkan Gundala-gundala, salah satu seni pertunjukan topeng Suku Karo. Banyak netizen Batak berkomentar mengapa pake Gondong Batak karena kebetulan di panggung itu ada nampak beberapa unit Gondang Batak.
Seorang netizen Karo mengomentari, "itu kan diiringi musik Karo dan kulcapi Karo"
Datang lagi netizen Batak menimpali, "yang main hasapi nya juga Orang Batak" plus emotikon tertawa. Datang lagi netizen Karo, "semua mau kau klaim jadi Batak".
Saya melihat ini bukan sekedar klaim tapi lebih kepada KETIDAKTAHUAN. Soal Gundala-gundala sudah klir itu seni topeng Karo! Soal musik pengiring juga itu musik Karo. Alat Gondang Batak ada di panggung itu tetapi dalam posisi diam alias nganggur, karena bukan jadwalnya tampil. Jadi itu Gendang/Musik Karo ya.
Soal alat musik kecapinya, itu jelas Kulcapi Karo bukan Hasapi Batak (dalam hal ini pakai telinga, jangan mata saja), dan yang mainkannya juga adalah Orang Karo bukan Orang Batak. Yang di panggung utama itu ada Jecky Raju Sembiring dan lainnya ada sekitar 80 orang pemain Kulcapi Karo lainnya.
Mengapa saya katakan tadi tidak sekedar klaim tapi lebih kepada KETIDAKTAHUAN? Ya, benar! Minimnya pengetahuan generasi muda Batak terhadap tradisi budayanya mengakibatkan mereka tidak begitu mengenal mana itu Batak dan yang bukan Batak sehingga untuk menutupi KETIDAKTAHUAN itu setiap ada budaya asal Sumatra Utara langsung saja dibatakkan.
Mungkin tidak semua Batak berniat mengklaim tetapi ketidaktahuan itu membuat mereka begitu. Makanya seperti pepatah Suku Karo mengatakan "ula tembehi, tapi ajari ", begitulah ambil posisi kita terhadap teman-teman netizen Batak ini. Jangan langsung digas, tapi ajari. Anggaplah mereka anak atau adik kita untuk diberi pencerahan. https://www.youtube.com/watch?v=Wh5xUn25zFM&list=RDWh5xUn25zFM&start_radio=1