Kolom Bastanta P. Sembiring: Eksonim Batak Di — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Bastanta P. Sembiring: Eksonim Batak Di

Budaya ·
Kolom Bastanta P. Sembiring: Eksonim Batak Di

Dalam ilmu sosial ada kita kenal istilah eksonim dan endonim ataupun otonim. Namun, kali ini kita akan membahas eksonim dalam kaitannya dengan gerakan Karo Bukan Batak (KBB). Eksonim (dari bahasa Yunani ἔξωὄνομα, exonoma, artinya "nama luar") adalah nama sebutan untuk suatu tempat yang tidak digunakan oleh penduduk lokal tempat tersebut, atau nama sebutan untuk penduduk atau bahasa yang tidak digunakan oleh penduduk atau bahasa yang dimaksudkan tersebut.

Contoh: penyematan kata "Batak" bagi identitas Suku Karo.

Bukankah ada juga Orang Karo yang merasa dirinya bagian atau percampuran suku lain termasuk Batak? Jawabnya, "ya, benar!" Tapi, mari kita lihat apakah itu murni dari dalam diri Orang Karo itu (endonim) atau dari luar (eksonim) yang kemudian mempengaruhi pandangan generasi berikutnya.

Mari kita tinjau dari dialog-dialog yang sering muncul dalam kehidupan Masyarakat Suku Karo itu sendiri yang berkaitan dengan 'batak' baik mengkonotasikan 'batak' itu baik ataupun buruk.

Contoh dalam hal baik:

• Usihlah Kalak Batak oh, mepalar jelmana, si kitik e pe terakap iakapna!

• Nehen Kalak Batak oh, kai kin pe pendahinna adi Wari Minggu e rajin ia ku gereja, sikap peruisna e kerina.

Dalam hal buruk:

• Ula kin usih-usihmu bagi Batak oh!

• Seri kel engkau kuakap bagi Kalak Batak!

Contoh-contoh kalimat di atas sering dijumpai dalam dialog-dialog Karo, baik oleh yang bersuku Karo (Karo asli) ataupun Orang Karo yang merasa bersuku Batak!

Ini menunjukkan kalau pada dasarnya Orang Karo, baik yang merasa Karo asli atau yang sudah merasa bagian atau percampuran dari suku lain termasuk Batak, dalam alam pikirnya (baik sadar atau tidak sadar) sangat tegas membedakan antara Karo dan Batak!

Bahkan Orang Batak sendiri yang berbahasa Karo juga dengan tegas membedakan antara Karo dan Batak.

Contoh: "Adi bas Karo enda me sedap, kai kin pe irungguken. Adi bas kami Batak la bage."

Dari contoh-contoh di atas antara dialog sesama Karo, baik yang merasa Karo asli atau merasa bagian dari suku lain, serta Orang Batak yang berbahasa Karo jelas tegas membedakan antara Karo dan Batak. Maka dapat kita simpulkan kalau penyematan kata 'batak' bagi identitas Suku Karo itu bersifat eksonim atau dari luar, bukan dari Karo itu sendiri.

Jadi, 𝘶𝘭𝘢 𝘬𝘢 𝘪𝘢𝘵𝘢𝘬𝘦𝘯𝘮𝘶 𝘯𝘪𝘯𝘪-𝘯𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘯𝘢𝘪 𝘱𝘦 𝘯𝘨𝘨𝘰 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘬, 𝘵𝘶𝘥𝘶𝘩𝘮𝘶 𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘶𝘢𝘭𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘰 𝘯𝘨𝘦 𝘮𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘦𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘒𝘢𝘳𝘰 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘦𝘯𝘥𝘢!

Mejuah-juah INDONESIA