Kolom Bastanta P. Sembiring: Kbb Dan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Bastanta P. Sembiring: Kbb Dan

Budaya ·
Kolom Bastanta P. Sembiring: Kbb Dan

Topik KBB (Karo Bukan Batak) dalam perdebatan di media sosial tidak akan ada habisnya dan tidak meredup sedikitpun malahan kian membara. Ini menjadi indikasi kalau topik KBB ini dianggap sangat menarik, bahkan penting baik bagi Orang Karo dan juga mungkin bagi Orang Batak. Tidak hanya sebatas di antara Suku Karo, namun juga di lingkup Suku Batak ini menjadi topik yang bagi mereka tetap merangsang untuk dibahas membuat KBB dan gerekan 'bukan Batak' lainnya terus berkembang.

Saat ini di Suku Karo dan Suku Pakpak yang paling tampak signifikan perkembangannya.

KBB memiliki tujuan yang jelas, yakni menjaga eksistensi dan identitas Suku Karo dengan kekhasannya, serta menghalau upaya pengkaburan identitas Suku Karo dan segala bentuk pembatakan terhadap Suku Karo.

Jadi KBB jelas anti pembatakan, bukan anti Batak. Buktinya banyak proKBB beristrikan dan bersuamikan Orang Batak. Dan saya juga hampir!

GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) juga memiliki tujuan yang jelas, yakni menyampaikan Firman Tuhan kepada Masyarakat Suku Karo, khususnya. Kalau kam nggak percaya, bisa kam lihat Tugu Pekabaran Injil di Buluhawar!

Baik KBB dan GBKP jelas memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mencerahkan dan memajukan Suku Karo!

Ini dapat kita ibaratkan seperti rel kereta api. Dua sisi yang berdampingan, sejajar dan searah dan terus menjaga jaraknya yang konsisten agar perjalanan gerbong diatasnya stabil.

Ingat. Jaga jaraknya. Jangan terlalu jauh dan juga jangan terlalu dekat!

Saat awal Gerakan KBB mulai ramai di media sosial, banyak tuduhan-tuduhan yang mengatakan kalau KBB ini bertujuan untuk menghancurkan GBKP, merubah nama GBKP, dsb. Namun kini itu sudah mulai meredup seiring sipenuduh semakin melihat kalau banyak pentolan KBB adalah juga jemaat GBKP dan terbukti tuduhannya itu tidak mendasar.

Sipenuduh dulu yang sekarang sudah semakin tua pun tersadar kalau dengan cara itu KBB tidak akan hancur malah semakin kuat dan semakin mesra dengan GBKP. Karena, jika ada tuduhan, tentu orang-orang yang masih waras akan mencari tau sebab akibatnya.

Namun, beberapa hari lalu ada juga muncul kampanye seorang ke banyak grup Karo yang mengaku bukan jemaat GBKP dan prihatin dengan GBKP karena, katanya, KBB berniat merubah nama GBKP. Postinganya itu pun langsung dijawab oleh seorang Diaken di GBKP yang juga pro KBB.

Saya sih cuma mantau saja, nggak usah campuri. Toh orang-orang GBKP sudah memberikan jawaban kepada orang yang bukan GBKP itu.

Mungkin dalam hatinya, "kenapalah ogapku ini nggak ditalkup sama jemaat GBKP anti KBB, malah dijawab sama jemaat-jemaat GBKP yang proKBB dan yang netral."

Mungkin dia lupa, kalau Orang Karo tetaplah Orang Karo. Walau apapun agamanya, alirannya, orientasi politiknya, dia tetap Orang Karo yang tidak suka urusan internalnya dicampuri orang luar, terlebih orang luar itu terindikasi Pasukan Jering Macik!

Mejuah-juah INDONESIA