Kolom Bastanta P. Sembiring: Mari Mengenal
Saya mau mengajak teman-teman untuk kita mengenal Batak, supaya jangan ada diselewengkan ataupun diklaim oleh orang-orang. Batak ataupun Suku Batak itu berasal dari wilayah yang disebut Tano Batak yang pada masa Kolonial Belanda masuk dalam Karesidenan Tapanuli, tepatnya Afdeeling Bataklanden.
Setelah Indonesia merdeka, Karesidenan Tapanuli termasuk Afdeeling Bataklanden bergabung dengan Provinsi Sumatera Utara.
Suku Batak itu memiliki 4 sub-suku yang masing-masing sub-suku itu juga memiliki tanah ulayatnya sendiri. Keempat sub-suku atau puak Suku Batak itu adalah: Batak Silindung, Batak Samosir, Batak Humbang, dan Batak Toba. Keempatnya sering juga disebut Batak Si Opat Puak atau sering disingkat dengan akronim Si-Sa-Hu-Ta (sisahuta) yang dalam Bahasa Batak juga bisa berarti "yang satu kampung ".
Sub-suku Batak paling menonjol adalah Batak Toba. Sering terjadi kekeliruan khususnya di dunia akademis dan tulis menulis, dimana untuk menunjuk Batak orang merasa cukup dengan menulis Batak Toba. Bahkan saat ini orang merasa cukup menulis dan menyebut Toba saja untuk menunjuk Batak. Padahal Batak Toba ataupun Toba hanya bagian kecil dari Suku Batak dan Tano Batak.
Batak atau Suku Batak menyebut diri mereka dengan Halak Batak (Orang Batak), marhata Batak (berbahasa Batak), Adat Batak, Bangso Batak, Tano Batak, Gondang Batak, lagu Batak, dan lain sebagainya.
Keempat sub-suku ataupun puak Batak ini terhubung dengan tradisi Batak berupa tarombo yang memuat asal-usul marga-marga Batak yang ujungnya bersumber pada sosok Si Raja Batak. Mayoritas Orang Batak percaya dan mengakui Si Raja Batak sebagai mula-mula ni Bangso Batak. https://www.youtube.com/watch?v=1ixK4_s9aU4