Kolom Eko Kuntadhi: Kenyang — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Eko Kuntadhi: Kenyang

Budaya ·
Kolom Eko Kuntadhi: Kenyang

Saat mendengar pidato nota keuangan Presiden Prabowo kemarin, saya senang karena anggaran pendidikan kita Rp756 triliun. Angkanya sesuai aturan yang mengamanahkan 20% anggaran ditujukan untuk pendidikan. Tapi begitu melihat rinciannya, kita kaget juga.

Dari seluruh anggaran pendidikan sebesar 44% atau Rp 355 triliun dialokasikan buat program MBG.

Ok, sasaran program itu adalah anak sekolah. Tapi apakah 'makan' dianggap bagian dari proses belajar mengajar? Menurut RAPBN 2026, jawabnya iya. Dari duit sebanyak itu direncanakan 82 juta orang akan mendapat manfaat makan bergizi.

Padahal menurut WHO penduduk kita yang kurang gizi pada 2023 jumlahnya 21 juta. Dari jumlah itu, anggap separuhnya usia sekolah. Artinya anak yang kurang gizi sekitar 11 juta orang. Merekalah sasaran program MBG sesungguhnya.

Jika sasaran program mencakup 82 juta, ada 70 juta anak yang kebagian makan gratis padahal gizinya sudah cukup. Apakah mereka akan lebih sehat dari sebelumnya? Yang pasti lebih kenyang.

Apakah orang tua 70 juta anak itu akan berkurang biayanya karena anaknya sudah makan di sekolah? Saya gak yakin. Lantas apa tujuan MBG buat 70 juta anak itu? Saya juga gak tahu.

Tapi harus diingat ada jutaan juga anak yang putus sekolah. Barangkali karena tekanan ekonomi. Nah jutaan anak ini gak dapat makan gratis. Gak dapat tambahan gizi.

Memberi makan anak-anak memang pekerjaan mulia. Tapi memberi makan anak yang gizinya sudah cukup dengan resiko mengambil porsi anggaran terlalu besar, berakibat program lainnya kekurangan dana.

Misalnya meningkatkan mutu pendidikan, kesejahteraan guru fasilitas sekolah, beasiswa, pembangunan gedung sekolah, mengurangi angka putus sesekolah, atau hal-hal penting lainnya.

Pada 2025 total anggaran MBG adalah Rp71 triliun. Tahun ini ada kenaikan Rp 260 triliun. Bisa dikatakan MBG jadi salah satu program yang menyedot duit paling banyak.

Dari sisi pendapatan, pemerintah menargetkan penerimaan pajak 2026 naik 13% dibanding tahun lalu. Sebuah kenaikan yang cukup besar. Angka target kenaikan pajak mencapai Rp250 triliun.

Sepertinya petugas pajak akan lebih agresif memungut pajak ke rakyat tahun depan. Jika target kenaikan pajak 2026 tercapai, seluruh duitnya setara dengan naiknya kebutuhan anggaran MBG 2026.

Jika semua program MBG ini berjalan baik. Gak ada adegan keracunan. Gak ada belatung. Gak ada makanan basi. Dan gak dikorup.

Hasilnya anak-anak sekolah kita kenyang. Itu saja.