Kolom Eko Kuntadhi: Menghitung
Saya coba menghitung angka ini, kira-kira dari mana Presiden mendapatkan hasil 0,00017%. Kayaknya angka itu didapat dari jumlah korban keracunan dibandingkan dengan jumlah sebaran. Korban 5.000, jumlah sebaran MBG 3 juta. Jadi kalau 5000 dibagi 3 juta, hasilnya 0,0001666667.
Dibulatkan jadi 0,00017 atau 0,017%.
Kalau yang menghitung pihak dapur lain lagi. Misalnya mereka melayani 3000 porsi, korban yang jatuh katakanlah 200 orang. Angkanya berubah jadi 0.06 atau 6%.
Jika pihak sekolah yang hitung beda lagi. Jumlah siswa yang makan 1000, yang sempat sakit perut 200 setelah makan. Angkanya jadi 20%.
Kalau orangtua siswa yang hitung beda lagi. Anaknya 2 orang. Dua-duanya makan ransum di sekolah. Yang satu keracunan satunya sehat wal afiat. Bagi Ortu tersebut, prosentase keracunan pada kedua anaknya jadi 50%.
Bagi anak yang kemarin masuk UGD, hitungannya beda. Angkanya jadi 100% pada hari itu.
Jadi soal besar kecilnya persentase tergantung posisi kita saat memandang. Angkanya bisa berubah-ubah. Presiden gak salah. Karena beliau harus memandang dari keseluruhan, istilahnya helicopter view.
Tapi Ortu yang degdegan melepas anak ke sekolah juga gak salah. Karena dia hanya punya dua anak. Yang pasti sangat disayangi.