Kolom Eko Kuntadhi: Tok! Hasto Dan Tom — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Eko Kuntadhi: Tok! Hasto Dan Tom

Budaya ·
Kolom Eko Kuntadhi: Tok! Hasto Dan Tom

Hari itu dibacakan sidang putusan terhadap perkara yang mengadili Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP. Seluruh hakim tampil dengan masker warna hitam. Setelah putusan sidang terhadap Tom Lembong kemarin yang terus menjadi kontroversi, kayaknya hari itu bakal ada kontroversi baru.

Apapun hasil putusan sidangnya.

Tom Lembong dihukum dengan pasal korupsi. Dia diadili karena kebijakannya untuk menstabilkan harga gula disebabkan karena persediaan gula dalam negeri diperkirakan gak cukup memenuhi kebutuhan.

Apa yang dilakukan Tom Lembong, juga dilakukan Mendag sesudahnya. Bahkan sampai saat ini.

Hukuman dijatuhkan mesti hakim mengakui gak ada mens rea (niat jahat), gak ada juga aliran dana kepadanya. Kerugian negara dihitung dengan cara yang lucu. Tom diadili karena kebijakannya sebagai menyeri. Bukan karena persekongkolan untuk korupsi.

Tom diadili karena dia bekerja. Sementara negeri ini lebih suka pejabat yang gak banyak kerja. Gak banyak kerja, gak banyak salah. Kalau kerja, akan beresiko dipenjara.

Hari itu Hasto juga akan mendengarkan putusan hakim. Dituduh dengan pasal korupsi, padahal Hasto bukan penyelenggara negara. Pejabat negara yang tersangkut suap pada kasus tersebut seluruhnya sudah diputuskan. Sudah menjalani hukuman. Sudah bebas. Dalam persidangan mereka, tidak sedikitpun nama Hasto disebut.

Beda sama kasus Judol, dimana banyak tersangkanya menyebut nama Budi Arie. Toh, Budi Arie masih santai duduk sebagai menteri koperasi sampai sekarang.

Tersangka utama kasus Hasto adalah Harun Masiku, sampai sekarang belum ketangkap. KPK pernah sesumbar sudah tahu dimana Harun Masiku berada dan dalam seminggu akan menangkapnya. Sampai sekarang gak pernah ketangkap.

Lalu dilimpahkan jadi kasus Hasto, selalu Sekjen PDIP. Dan dengan logika itulah Hasto disidangkan.

Kasus Harun Masiku adalah kasus sengketa kursi di DPR antara sesama Caleg PDIP. Harun dituduh menyuap KPU agar memenangkan sengketa itu.

Selain PDIP partai lain juga mengalami hal serupa. Sengketa antar Caleg dengan KPU sebagai menetap kursi. Gak ada yang dimasalahkan juga. Apalagi sampai mempermasalahkan pengurus partai.

Banyak kejanggalan. Seperti juga sidang Tom Lembong. Mungkin karena Hasto dan Tom dianggap kritis pada pemerintahan Jokowi, khususnya di akhir masa jabatannya. Wajar saja orang beranggapan begitu, karena logika dan konstruksi kasusnya dianggap banyak keanehan dan dipaksakan.

Hakim hadir dengan menggunakan masker hitam ke ruang sidang. Seperti menunjukan suasana muram. Semuram problem negeri ini.