Kolom Ervan J. Ginting: Lawan Kita Adalah — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ervan J. Ginting: Lawan Kita Adalah

Budaya ·
Kolom Ervan J. Ginting: Lawan Kita Adalah

Ada sebuah perumpamaan mengenai gua yang akan membuat penggiat KBB semakin bersemangat. Terdapat sebuah gua yang jauh dari peradaban. Di dalamnya terdapat beberapa orang tahanan yang dibatasi ruang geraknya karena kaki dan tangan mereka dirantai.

Gua yang terletak di bawah tanah dan keterbasan gerak tahanan ini membuat mereka sulit melihat keluar gua.

Di dekat gua terdapat dinding batu yang tinggi memantulkan bayangan manusia, hewan, dan benda lainnya akibat cahaya api yang menimbulkan bayangan tersebut. Para tahanan mengira bayangan itu nyata, kemudian salah satu dari mereka berhasil melepaskan diri.

Tahanan tersebut berhasil melihat sesuatu di balik gua itu. Jika sebelumnya ia hanya melihat bayangan saja. Akhirnya, ia bisa melihat wujut manusia, hewan, dan tumbuhan yang ternyata asli dan lebih indah tentunya. Dunia pun terlihat tidak sebatas gua dan bayangan.

Sebenarnya, ia berpeluang untuk keluar dari gua dan mencari tahu lebih banyak mengenai hal-hal asing yang dia temukan. Namun, mengingat beberapa temannya yang masih di dalam gua, ia kembali dan menjelaskan semua yang ia ketahui.

Para tahanan lain tidak percaya dan menganggap dia melakukan kebohongan. Realita sebenarnya tetaplah gua dan bayangan tersebut, Akhirnya tahanan yang membebaskan diri tersebut dibunuh karena dianggap sebuah kepalsuan dan mencoba menentang keyakinan tahanan gua yang masih tertahan.

Dialog terkenal tersebut merupakan kritik pada kaum Athena yang saat itu menolak kebenaran dan malah memberikan hukuman mati kepada Socrates, seorang filsuf Yunani Kuno yang berjuang dalam mendidik dan memperjuangkan kebenaran.

Ini adalah "dialog politeia" atau perumpamaan sebuah gua, sebagai contoh bahwa memperjuangan kebenaran harus benar-benar totalitas dan berani walaupun maut menjadi taruhannya

Perjuangan pengggiat KBB tentu memiliki sedikit kesamaan posisi dan perannya seperti filsuf Yunani tersebut dalam memerjuangan kebenaran. Kita menggaungkan KBB dengan cara berfikir logika, rasional, dan ilmiah. Penggiat KBB terus bertumbuh dan bermunculan dari kalangan anak muda Suku Karo sebagai pejuang untuk mempertahankan identitas leluhur yang sudah dirwariskan pada diri kita sekaligus sebagai tanggungjawab moral.

Ini wajib kita jadikan prinsip hidup sebagai warga Suku Karo dimanapun berada. Orang Karo tidak boleh hilang kekaroannya (kinikaronna ).

Bujur Kalak Karo sebelang-belang doni. Mejuah-juah. https://www.youtube.com/watch?v=jGz1Auax_c4