Kolom Ervan Jaya Ginting: Memahami Karo Bukan
Hati-hati terhadap pembatak yang sebenarnya bukan Orang Karo. Mereka berusaha memperkeruh hubungan KBB (Karo Bukan Batak) dengan KKSB (Kalak Karo Si Terbatak. Perlu ditegaskan, tidak ada hubungan yang retak diantara sesama Karo.
Sesama Karo dalam kultur sosial kehidupan biasa memiliki pendapat masing-masing.
Polemik identitas kesukuan selama ini sudah terjadi di kalangan Suku Karo. Memang visi misi penggiat Karo Bukan Batak adalah memberikan pencerahan kepada orang yang memiliki ketidaktahuan terhadap apa itu Karo Bukan Batak serta menjelaskan kekeliruan yang selama ini terjadi.
Seiring berkembangnya jaman, orang-orang yang pada mulanya terdoktrin pembatakan sudah sangat banyak tersadarkan dengan baik. Contoh, saya dari kecil menganggap Karo adalah bagian Batak. Sampai pada akhirnya tepat di umur saya ke 20 tahun yaitu pada tahun 2014 lalu sudah mulai sadar bahwa Karo memang berbeda dengan Batak.
Pada Tahun 2018/2019, saya sudah berani mulai Ikut menggaungkan Karo Bukan Batak sampai sekarang ini. Karena saya sebagai anak muda Suku Karo merasa bertanggungjawab. Artinya, yang dibutuhkan oleh KKSB (Kalak Karo Si Terbatak) sehungguhnya membuka hati terlebih dahulu dan melakukan dialog dengan para akademisi untuk menggali pengetahuan tentang Karo Bukan Batak.
Tentunya tanpa rasa ego karena, untuk memahami hal ini, yang pertama harus dilakukan adalah membuang jauh-jauh rasa ego dan mulailah penggalian informasi melalui dialog dengan para akademisi dan perbanyak membaca. Memang banyak anak-anak muda Suku Karo merasa malu dan mehangke jika bertanya pada seorang akademisi, Saya akui itu. pertama kali yang saya lakukan atas rasa ingin tahu adalah membaca-baca tulisan-tulisan tentang kinikaron .
Karo Bukan Batak selalu dipaparkan dengan baik oleh bapak Juara R. Ginting seorang Antropolog. Ada juga tentang sejarah yang selalu ditulis bang Edi Sembiring Meliala dalam situs resminya karosiadi.com dan aplikasi karosiadi dengan ulasan-ulasan yang diampilkan berupa tulisan sangat menarik.
Pada kala itu, besar rasa ingin tahu saya tentang Karo Bukan Batak dan siapa Batak yang sesungguhnya. Ingin bertanya kepada bapak Juara R. Ginting saya malu-malu kucing dan tidak percaya diri pada saat itu karena dalam pikiranku beliau ini seorang budayawan tapi saya ini hanya anak muda yang latar belakangnya pendidikan formalnya kurang baik.
Saya masih ingat, dulu saya pernah menyampaikan ke kakak Seriulina Br Karo seorang penggiat budaya Karo juga bahwa saya mengidolakan pak Juara R. Ginting. Ternyata kakak beru Karo ini selalu menyampaikannya ke beliau. Sehingga seorang yang saya anggap guru budaya merangkul saya dan menelpon saya juga. Jadi intinya adalah, seorang akademisi yang tingkat pendidikannya tinggi pasti senang terhadap anak muda yang ingin belajar budaya termasuk mendalami apa itu Karo Bukan Batak.
Tujuannya saya dalam tulisan ini memberi tahu kita sesama Karo agar paham bahwa pelaku pembatakan ingin membuat hubungan kekrabatan orang Karo tidak baik-baik saja. Mereka Ingin memperkeruh situasi dalam perbedaan pandangan penggiat KBB dengan kalak karo si terbatak. Padahal, ini hanya perbedaan pendapat dan pemahaman saja. Kalau sampai terjadi konflik tidak akan pernah terjadi.
Dalam kesempatan ini juga saya harap teman-teman anak muda Suku Karo saya semangati untuk mempelajari tentang Karo Bukan Batak serta bertanya pada para akademisi dan budayawan kita. Jangan malu. Minta pemahaman pasti beliau-beliau dengan senang hati memberikan dedikasi yang baik kepada kita anak muda Suku Karo.
Salam Karo Bukan Batak, ras mejuah juah kalak Karo sebelang doni . https://www.youtube.com/shorts/9rYAh6XlKQY