Kolom Juara R. Ginting: Di Manakah Mereka — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Juara R. Ginting: Di Manakah Mereka

Budaya ·
Kolom Juara R. Ginting: Di Manakah Mereka

Foto ini berasal dari penelitian lapangan saya pada Tahun 1992 di Kuta Gerat (Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo). Saat itu, ada warga setempat yang pindah dari rumahnya yang lama ke rumahnya yang baru (keduanya di desa yang sama). Ketiga nenek ini mencari dedaunan pinggir hutan yang nantinya dirangkai menjadi beberapa bundle yang masing-masing disematkan pada pakaian sukut sembuyak .

Untuk laki-laki disematkan di kantong bajunya dan untuk perempuan di tudung atau kampil maupun digenggamnya saja. Ada juga bundle yang diikatkan pada masing-masing diantara 5 tungku dapur di saat acara Mengket Dapur.

Satu bundle dedaunan itu berisikan 11 jenis tanaman pinggir hutan ditambah satu ikatannya padang teguh (rumput tiki). Mereka semua disebut Bulung Simalem-malem Si Melias Gelar (Dedaunan Penyejuk Dengan Nama Menggembirakan )

Saya mengikuti ketiga nenek ke pinggir hutan di luar pemukiman dengan sebuah kamera video Super-VHS dan kamera foto. Oleh karena itu, selain rekaman foto-foto, saya punya juga rekaman video yang salah satunya memperlihatkan bagaimana ketiga nenek ini memanjat tebing untuk mencapai tepi hutan.

Itu di Tahun 1992. Ketiga nenek ini menjadi temanku bercengkerama pada siang hari saat mereka sedang menjemur padi di halaman. Mereka humoris sekali dan suka tertawa. Saya rindu suasana itu ketika foto ini muncul kembali di facebookku.

Bila sekarang tanda-tanda sukut dalam ritual Karo hanya dengan ose , waktu itu masih diterapkan tanda sukut Bulung Simalem-malem Si Melias Gelar.