Kolom Juara R. Ginting: Editor Bodoh Atau Penyeleweng
Kalau hanya sekali ini saja, memang saya pun tidak akan pernah menganggapnya masalah. Tapi, sering kali hal-hal seperti ini terjadi sehingga Karo tidak pernah muncul sebagai dirinya sendiri. Selalu berada di bawah ketiak Batak. Memang, bila kita menerima bahwa Karo adalah bagian Batak, judul berita ini sama sekali tidak ada salahnya. Mari kita coba berangkat dari asumsi bahwa Karo bagian Batak.
Judul berkata, "Gubsu promosikan Makanan Khas Batak BPK ke Korea," tidak ada salahnya sama sekali bukan?
Apa kenyataannya di lapangan? Semua orang di Sumut tahu bahwa BPK adalah singkatan dari Babi Panggang Karo yang bukan mencirikan Batak sama sekali karena Simalungun, Pakpak, Batak , Angkola dan terutama Mandailing tidak disertakan dalam istilah Babi Panggang Karo.
Kenyataannya di lapangan adalah bahwa Karo Bukan Batak.
Percayakah kalian editornya yang marga Hutagaol itu tidak tahu tentang apa yang saya tulis di atas? Kalau kalian percaya itu dan memang benar dia tidak tahu, berarti dia adalah seorang editor Bodoh. Apakah tidak malu Harian Tribun-Medan berskala nasional itu punya editor seperti ini?
Kalau kalian tidak percaya dia tidak tahu mengenai yang saya tulis di atas, berarti ada unsur kesengajaan menyelewengkan fakta. Lagi-lagi, apakah Harian Tribun-Medan sengaja memperkerjakan editor yang suka menyelewengkan fakta?
Nah .......