Kolom Juara R. Ginting: Hut Gbkp Belum Ditetapkan -- — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Juara R. Ginting: Hut Gbkp Belum Ditetapkan --

Budaya ·
Kolom Juara R. Ginting: Hut Gbkp Belum Ditetapkan --

Pernyataan "HUT GBKP Belum ditetapkan" bisa dikatakan sebuah BREAKING NEWS karena diucapkan oleh salah seorang pengurus Moderamen GBKP (Kabid Pembinaan Moderamen GBKP) (Christoper Sinulingga). Selama ini, para pengurus Moderamen GBKP enggan membicarakan Hari Jadi GBKP meskipun ada tanggal setiap tahunnya diperingati sebagai HUT GBKP.

Sementara kebanyakan jemaat GBKP meraba-raba saja atau tau-tauan mengatakan "GBKP sudah berusia ratusan tahun" (maksudnya seratusan tahun).

Ini sebuah langkah maju yang tak bisa dipungkiri adalah hasil presure (tekanan) secara tidak langsung dari Gerakan KBB (Karo Bukan Batak). Awalnya, sebagian jemaat GBKP yang the so-called patuh langsung menuduh Gerakan KBB tumbuh karena hendak menghancurkan GBKP (Gereja Batak Karo Protestan). Sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, mereka menggiring untuk mempersempit "visi-missi" KBB seolah hanya untuk menyerang GBKP.

Padahal, Gerakan KBB muncul dan tumbuh di media sosial sama sekali tidak terpikir pada keberadaan GBKP. Tapi, selalu saja ada orang yang mengkaitkannya dengan GBKP. Seolah-olah mereka menyorongkan (njugulken ) GBKP untuk berhadapan dengan KBB padahal persoalannya mereka yang tidak setuju dengan KBB.

Mereka juga berharap bisa memprovokasi semua jemaat GBKP untuk menentang Gerakan KBB dengan terus menerus mengkaitkannya dengan GBKP. Mereka selalu mengulangi keberadaan GBKP untuk membuat orang-orang curiga atas kemurnian KBB sebagai sebuah upaya meluruskan jati diri Karo sebagai suku mandiri (bukan bagian dari suku manapun juga).

Mereka sering mengatakan, "GBKP sudah berusia lebih 100 tahun didirikan oleh nenek moyang kita, mengapa kamu pula yang sekarang menggugatnya?!"

Lalu, saya katakan, "Nama GBKP baru muncul pada 23 Juli 1941 di Sidang Sinodenya yang pertama di Sibolangit. Jumlah jemaat GBKP masih sangat sedikit saat itu. Baru meningkat drastis setelah Peristiwa G30S 1965. Sebelum 23 Juli 1941 itu hanya ada rumah ibadah bernama Karo Kerk yang bila diterjemahkan adalah Gereja Karo."

Dan, mereka mencacimaki saya. "Makana sekolah ningen e, malas ka ko sekolah," kata mereka menuding saya sebagai orang bodoh dan tolol.

Mereka tidak percaya pada saya bisa mengetahui Sejarah GBKP. Bahkan di sebuah grup fb bernama Tata Gereja GBKP saya habis-habisan diserang. Baru, secara tidak langsung, seorang pertua dari Jakarta yang kiranya punya pengaruh besar di kalangan Karo di Jakarta (Piah Malem Ginting) mengatakan secara tidak langsung dia berbicara dengan mantan Ketua Moderamen Pdt. Dr. A. Ginting Suka bahwa GBKP berdiri pada 23 Juli 1941 semua orang terdiam.

Tidak ada yang berani menyerangnya seperti ketika mereka menyerang saya layaknya seorang suruhan syetan untuk menghancurkan GBKP.

Berita yang ditulis oleh Dk. Salmen S. Kembaren di SORA SIRULO betul-betul sebuah BREAKING NEWS karena seseorang yang berkompoten dari lembaga gereja itu menyatakan "belum ditetapkan HUT GBKP". Ditambahkannya pula, telah dibentuk sebuah tim untuk mengkajinya dan nantinya akan diputuskan berdasarkan kajian sejarah dan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Penjelasannya sangat ringkas, tapi jelas terkesan transparan (tidak ada yang ditutup-tutupi).