Kolom Juara R. Ginting: Karo Progresif Karo — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Juara R. Ginting: Karo Progresif Karo

Budaya ·
Kolom Juara R. Ginting: Karo Progresif Karo

Orang Karo itu seperti Orang Jepang, punya 2 sifat kontras. Jepang punya kepribadian lembut bagai kembang seruni, tapi juga punya kepribadian yang kejam bagai pedang samurai. Demikian juga Karo, punya kepribadian progresif tapi juga konservatif. Banyak contoh keprogresifan Orang Karo, salah satunya adalah menerima atau menciptakan sendiri teknologi pertanian.

Dulunya orang-orang Karo hanya mengenal sayuran pakis, umbut, dan nangka muda (gori) sebelum mereka mengenal berbagai sayuran dari Eropah.

Ketika Tuan Botje di Jaman Belanda dari Wageningen (Nederland) mengadakan percobaan di Kuta Gadung (Raya), orang-orang Karo ingin tahu dan mengintip percobaan itu. Belakangan, tulis Tuan Botje, orang-orang Karo sendiri mencobakan bertani seperti yang Tuan Botje lakukan di Kuta Gadung dan berhasil dengan baik.

Pemerintah Kolonial Belanda akhirnya sibuk mengekspor sayur mayur dari Dataran Tinggi Karo ke Malaysia karena terjadi over production . Maksud awalnya hanya untuk memenuhi konsumsi orang-orang Eropah di perkebunan-perkebunan Sumatera Timur. Karena terjadinya kelebihan produksi, Pemerintah Kolonial mengupayakan ekspor ke Malaysia.

Hingga sekarang, keprogresifan orang-orang Karo membuatnya menjadi salah satu produsen sayur mayur terbesar di Indonesia. Mulai dari meracik pupuk dan obat-obatan tanaman hingga ke tekhnik-tekhnik pengolahan pertanian.

Namun di pihak lain, banyak contoh yang memperlihatkan bagaimana konservatifnya orang-orang Karo. Salah satunya adalah penyebutan Kabupaten Tanah Karo. Sudah beberapa kali kita menyebut di grup-grup media sosial maupun media online SORA SIRULO tidak ada Kabupaten Tanah Karo, tapi tetap saja tidak ada kurangnya orang-orang selalu menulis Kabupaten Tanah Karo.

Bahkan koran-koran konvensional sering menggunakan istilah Kabupaten Tanah Karo. Padahal, jelas terpampang planknya di depan gedung itu KANTOR BUPATI KARO, bukan Kantor Bupati Tanah Karo.

Kapan Orang Karo menjadi progresif dan kapan menjadi konservatif? Asal menghasilkan uang, usaha apapun dilakukan. Apabila tidak menghasilkan uang sama sekali, orang-orang Karo tidak peduli. Renungkan Pilkada Kabupaten Karo barusan terkait beredarnya rupiah. Mau membangun Karo dengan cara ini cara itu, "kami menunggu serangan fajar". https://www.youtube.com/watch?v=CXyBZOpAJMY