Kolom Juara R. Ginting: Memahami Penjelasan Uli Kozok Mengenai — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Juara R. Ginting: Memahami Penjelasan Uli Kozok Mengenai

Budaya ·
Kolom Juara R. Ginting: Memahami Penjelasan Uli Kozok Mengenai

Ada ketidaksinambungan antara penjelasan Uli Kozok mengenai hubungan antara "Bahasa Batak dengan Bahasa Karo" di satu sisi dan, di sisi lain, "tulisan-tulisan yang dikenakan ke video" oleh para penanggap. Tulisan-tulisan itu menanggapi penjelasan Uli Kozok sebagai pernyataan bahwa Bahasa Karo adalah Bahasa Batak sebelum menyebar menjadi Bahasa Toba.

Pernyataan ini seolah membuktikan Karo adalah Batak sebenarnya sebelum kelompok-kelompok lainnya menjadi Batak juga.

Secara Ilmu Linguistik, dimulai oleh Van der Tuk dan P. Voorhove, pernyataan Uli Kozok sama sekali tidak ada salahnya karena di dalam Ilmu Linguistik dikatakan bahasa-bahasa yang digunakan oleh orang-orang Karo, Pakpak, Simalungun, Batak Toba, Angkola, dan Mandailing adalah Bahasa Batak.

Menurut Uli Kozok, Bahasa Karo adalah bahasa yang paling dekat dengan Bahasa Batak dibandingkan dengan Bahasa Toba. Dia tidak menyebutkan bahwa pernyataan itu pertama kali disampaikan oleh Drs. Hendri Guntur Tarigan yang belakangan menjadi profesor doktor dan guru besar pertama dalam bidang Etnolinguistik di Indonesia.

"1000 tahun yang lalu Bahasa Batak adalah seperti Bahasa Karo itu," demikian kira-kira pernyataannya.

Sekali lagi saya tekankan, Kozok sama sekali tidak melakukan kesalahan apa-apa karena begitulah urutannya dari segi linguistik. Akan tetapi, adakah dokumentasi atau bukti arkeologis sekalipun atau artefak (dalam Bahasa Hukum disebut uji materi) yang membuktikan kalau 1000 tahun yang lalu namanya Bahasa Batak?

Mengapa 1000 tahun yang lalu? Karena, menurut Balai Arkeologi Aceh dan Sumut, kampung tertua orang-orang Batak tidak lebih dari 1000 tahun lalu.

Dalam metodologi ilmiah, pernyataan Uli Kozok itu disebut hypothetical yang diturunkan dari teori, biasa disebut DEDUKSI, bukan dari apa yang terjadi atau fakta peristiwa yang disebut INDUKSI.

Secara DEDUKTIF dia benar, tapi itu bukan berarti Karo adalah Batak yang sebenarnya. Ini juga perlu diperhatikan, menyeberang dari teori linguistik ke teori etnisitas memerlukan pekerjaan tambahan dalam proses ilmiah.

Uli Kozok sendiri tidak melakukan penyeberangan dari teori linguistik ke teori etnisitas. Para penontonnya lah yang langsung "nalkup" segala yang berbau Nini Batak. https://www.youtube.com/watch?v=CXyBZOpAJMY