Kolom Juara R. Ginting: Pesisir Vs Pedalaman -- Memikir
Beberapa kali saya dengar dalam sebuah pertemuan pernyataan dari orang-orang berbeda yang menyebut tentang hubungan Pesisir dengan Pedalaman. Apakah ini sifatnya tidak diskriminatif?
Kontras dari Pesisir itu, ya, antara lain Pegunungan dan kontras dari Pedalaman adalah Bagian Luar.
Di Minangkabau ada kontras Ranto dengan Darek. Ranto adalah sama artinya dengan Pesisir sementara Darek adalah Daratan. Kontras Minangkabau ini lebih logis karena sama sekali tidak diskriminatif dan apple to apple.
Istilah Pedalaman itu dekat sekali dengan Terisolir. Dengan menyebut orang-orang Karo adalah Orang Pedalaman, langsung terpikir oleh kita kalau orang-orang Karo terisolir dari dunia luas sehingga lebih bodoh atau picik dari orang-orang Pesisir.
Apakah kam sudah pernah melakukan pengamatan terhadap orang-orang Pesisir? Apakah mereka semua pintar-pintar dan kosmopolitan sebagaimana diindikasikan oleh kontras Pesisir--Pedalaman?
Jalan-jalanlah ke daerah Pesisir di mana saja pun di Indonesia biar kam tahu bagaimana orang-orang Pesisir itu.
Jhon Anderson telah menulis kesannya setelah mengunjungi perkampungan Melayu (Kampung Ilir) dan Karo (Sunggal) di Tahun 1823 yang menunjukan, salah satunya, anak-anak di Sunggal umumnya mengenakan baju dan celana sementara anak-anak di Kampung Ilir telanjang. Tanpa sadar generasi kita mewarisi pikiran feodalisme. Lebih parahnya lagi turut para akademisi kita meneruskan pikiran feodalisme itu.
Beginilah kira-kira visi dan misi Gerakan KBB (Karo Bukan Batak), mengkritisi kepustakaan lama dan mencegah para akademisi meneruskan pikiran-pikiran yang tercantum di dalam kepustakaan lama tanpa pernah sekalipun diuji kebenarannya. Gerakan KBB adalah mencegah tumbuhnya pengetahuan membeo yang tidak membumi, bagian dari sebuah proses dialektika.
Sebagai perbandingan tentang proses dialektika ini, silahkan baca tulisan Alvian Fachrurrozi di situs SORA SIRULO ini. https://www.sorasirulo.com/kolom-alvian-fachrurrozi-pengetahuan-otentik-tidak-membeo/ Keterangan Foto Sampul:
Salah satu foto dari Putri Agitha Sembiring Milala yang mewakili Sumatera Utara dalam Pemilihan Putri Indonesia 2025.