Kolom Juara R. Ginting: Satu Dimensi — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Juara R. Ginting: Satu Dimensi

Budaya ·
Kolom Juara R. Ginting: Satu Dimensi

Barusan saya menonton sebuah TikTok dimana seorang ibu Muslim mengatakan seorang Minang harus Muslim. Menariknya, ibu ini mengalaskan ungkapan "Adat bersandi sarak, sarak bersandi Kitabulah ". Karena itu, katanya, "kalau seorang Minang menganut agama lain berarti dia bukan lagi orang Minang."

Ini membuat saya teringat istilah dale yang digunakan orang-orang Batak untuk mengejek orang-orang Batak yang masuk Islam.

Menurut mereka, Batak itu harus Kristen. Karena itu pula, ketika muncul Gerakan KBB (Karo Bukan Batak), mereka menuduh gerakan itu dimotori oleh orang-orang Muslim Karo. Perbedaan antara Karo dengan mereka (Minang dan Batak) adalah, di Karo, tidak ada anggapan kalau Suku Karo hanya milik agama tertentu. Karena itu, tidak akan pernah terbersit pun pikiran kalau tidak agama tertentu bukan lagi Karo.

Lagipula, ibu itu atau orang-orang Minang lainnya yang sependapat dengan dia, tidak tahu atau tidak mau tahu kalau sebelum Bonjol menguasai Minangkabau ada Kerajaan Pagaruyung yang beragama Hindu. Apakah Pagaruyung bukan sebuah kerajaan Minangkabau?

Demikian juga halnya dengan Batak. Baru sejak kedatangan Nomensen orang-orang Batak menganut agama Kristen. https://www.youtube.com/watch?v=RQaCX3V0rRE&t=28s

Sebelumnya, mereka tidak menganut agama apa-apa (walaupun orang-orang Batak sendiri sering mengatakan Parmalim tanpa menyadari Parmalim adalah bentukan Somalaing Pardede setelah Sisingamangaraja 12 tertangkap).

Begitulah, ketika Balai Arkeologi Aceh-Sumut menemukan tulang belulang yang telah berusia di atas 5 ribu tahun dan DNAnya dekat dengan orang-orang Gayo dan Karo masa kini, secara ilmiah runtuhlah Tarombo Siraja Batak yang mengklaim nenek moyang merga-merga Karo berasal dari Batak.

Ternyata Karo lebih tua dari Batak yang terdiri dari Toba, Samosir, Humbang, dan Silindung.

Tapi, apapun penemuan ilmiah, semua mereka tidak mau tahu. Mereka tidak sadar kalau pendalaman sejarah mereka kandas (tidak lebih dalam lagi) hanya sampai Sejarah Kolonial. Karena itulah, saya selalu menekankan pangkal dan ujung Gerakan KBB harus ilmiah. Jangan seperti mereka yang menggunakan kesukuan dan agama sebagai alat politik untuk mendominasi. https://www.youtube.com/watch?v=ngWh31yCDVk&list=RDngWh31yCDVk&start_radio=1