Kolom Salmen S. Kembaren: Penganan Liar Bergizi Di Masa — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Salmen S. Kembaren: Penganan Liar Bergizi Di Masa

Budaya ·
Kolom Salmen S. Kembaren: Penganan Liar Bergizi Di Masa

Membaca tulisan Bang Juara R. Ginting tentang "memakan serangga" jadi teringat masa-masa kecil saya. Tapi, kali ini, tidak ada niat menulis puisi atau mencipta lagu masa kecil seperti Bang Plato Ginting. Hanya ingin memunculkan memoar masa lalu yang semakin sulit diulang.

Sekaligus sebagai kado ulang tahun Bang Juara di bulan Maret ini. https://www.sorasirulo.com/memahami-reels-perdata/

Ndurung juga menjadi aktivitas kami sewaktu anak-anak bahkan sampai remaja. Apa saja yang ditemukan selama tidak membahayakan dan berbisa sepertinya semua dimakan oleh orang kampung kami.

Setelah diperhatikan, rupa-rupanya aktivitas ini merupakan tradisi yang sudah teramat tua. Buktinya, sewaktu masih Bocil sekira kelas 4 Sekolah Dasar saja saya sudah tahu apa yang layak makan (edible) dan apa saja yang tidak layak dimakan.

Misalnya saja antara berek dan cibelang (berudu yang tidak dapat dimakan dan yang dapat dimakan) kami sudah mengetahuinya. https://www.youtube.com/watch?v=wCfDgrBtcII

Mungkin tidak semua teringat lagi tapi setidaknya beberapa masih membekas. Makhluk jenis serangga kecil, amfibi, moluska, dan ikan banyak yang dimakan. Sumbernya terutama banyak dari sawah dan alur sungai, tapi tidak semua juga dimakan.

Jenis serangga seperti ngikngik, serpu-serpu, singkei, cibet, cibet kubang, lawah-lawah mbiring, kirik biring, kirik labang semuanya diambil dari sawah. Sedang jenis molusca yang paling sering dimakan adalah cih, buar-buar, kacunggi , dan keppah .

Jenis ikan: cibakut, eitu, itik, beru lau, nurung dari berbagai jenis lainnya seperti kaperas, silau-silau, pala timah , dan sebagainya serta belut. Jenis amfibi yang dimakan baik dari alur sungai maupun sawah adalah cibelang (berudu katak sungai), padek (katak), padek kuda , dan panggul (katak hijau). Mungkin masih banyak yang jenis dan namanya sudah terlupakan. https://www.youtube.com/watch?v=ls8GN_1yMpc

Semua itu dapat diperoleh dari berbagai musim dan kegiatan aktivitas pertanian di sawah. Saat ngembak atau mencangkol adalah saat terbaik menemukan cibakut (lele), itek (gabus) dan belut. Saat nggaru atau membajak kami berada di belakang bajak untuk mengejar singkei . Badan penuh lumpur bahkan sampai wajah tidak dikenali lagi karena terlalu semangat mengumpulkannya.

Sedang cibet dan serangga-serangga air lainnya lainnya terutama diperoleh saat padi masih berusia muda sekitar satu atau dua bulan. Sedang pada puncak musim panen dimana sawah dikeringkan paling tepat menangkap ikan-ikan kecil dengan ndurung dan erjamah . https://www.youtube.com/watch?v=bVFP2F-EUFc