Kolom Sri Nanti: Koalisi Merangkul Ketua-ketua
Pelemahan kinerja DPR itu dimulai saat Ketua Partai ramai-ramai dijadikan menteri. Sedangkan anggota DPR adalah anggota Partai. Saat rapat, Anggota DPR yang anggota partai harus berhadapan dengan Menteri yang juga Ketua Partainya sendiri.
Berani keras nggak kira-kira?
Hayooo... bayangkan kader Demokrat di DPR harus kritik keras AHY. Sebagai Menteri atau kader PAN di DPR harus kritik keras Zulhas sebagai Menteri. Atau Kader Golkar di DPR harus marah-marah ke Bahlil sebagai Menteri.
Bisa sih. Tapi, habis menang di ruang rapat siap-siap besuknya di PAW. Atau periode berikutnya nggak dikasih rekomendasi nyaleg lagi. Dan, ini mulai marak di Periode ke dua Pak Jokowi. Entah maksud dan tujuannya apa, yang jelas itu melemahkan suara wakil rakyat.
Kalau Pak Prabowo mau menaikkan performa DPR, reshuffle para Ketum Partai dari Kabinet. Tugas mereka bukan bekerja menjadi pembantu presiden, tapi melakukan kaderisasi dan fokus merekrut calon wakil rakyat yang kompeten!