Masakan Khas Karo Yang Tidak Banyak — Sorasirulo
Sorasirulo

Masakan Khas Karo Yang Tidak Banyak

Budaya ·
Masakan Khas Karo Yang Tidak Banyak
Oleh JENDARAS GINTING

Selain pagit-pagit atau terites , BPK (Babi Panggang Karo) dan tasak tiga, masih banyak masakan khas Karo yang jarang dipublikasikan. Di bawah ini kami akan menyebut beberapa diantara.

1. Berek (kecebong)

Berek biasanya diambil dengan cara ndurung (menanggok) di kolam-kolam atau rawa-rawa dadakan di tengah perladangan pada musim hujan. Berek ini biasa dimasak bersama daun ubi.

2. Reremes

Reremes adalah anak ikan nila atau mujair. Biasanya dimasak bersama sampah kelapa.

3. Kidu

Sejenis ulat serangga sebesar jempol tangan. Warnanya kuning. Biasanya kidu ini hidup di pohon nira yang sudah mati,. Cara memasaknya dengan digongseng bersama bumbunya.

4. Cih

Bentuknya seperti keong tapi kecil tidak sampai sebesar kelingking berwarna hitam, diambil dari sungai-sungai yang mengalir. Biasanya dimasak bersama labu kuning.

5. Nurung kerah

Ikan lele yang diasap (disale). Dulunya ini banyak diproduksi di Kutacane, Aceh Tenggara. Ikan sale ini biasanya dimasak bersama labu kuning (jambe ).

Mungkin masih ada masakan Karo lainnya seperti cibet dan ancin-ancin yang juga belum banyak dipublikasi.

Keterangan Foto:Salah satu kolam dadakan di perladangan yang muncul pada musim penghujan. Pada saat kemarau kolam ini akan kering. Di sinilah tempat ibu-ibu ndurung (menanggok) berek, cibet dan ancin-ancin .