Melawan Narasi "indonesia Baik-baik — Sorasirulo
Sorasirulo

Melawan Narasi "indonesia Baik-baik

Budaya ·
Melawan Narasi "indonesia Baik-baik
Oleh EDDY SURANTA SEMBIRING

Seorang pejabat tua yang mengeruk kekayaan dari bumi Nusantara ini dengan entengnya berkata, "Kau yang gelap". Dan, pemerintah lewat omongan, iklan dan pendengungnya menarasikan. Indonesia baik-baik saja.

Ekonomi makro Indonesia memang tidak ambruk hanya menurun.

Tetapi itu ekonomi makro. Ekonomi ini didukung oleh 10% lapisan teratas masyarakat Indonesia yang kaya. Data membuktikan hanya 10% masyarakat Indonesia yang mampu bertahan atau menambah kekayaannya. Sisanya hanya mampu bertahan dan masyarakat bawah semakin miskin.

Konsumsi masyarakat bawah sekarang hanya untuk urusan konsumsi sehari-hari. Kelas menengah yang selama ini banyak spending/belanja pun harus menahan diri. Mereka tidak mampu bergerak naik secara keuangan bahkan terancam jatuh miskin.

Data di lapangan biacara apa adanya. Foto dagangan jajanan buatan rumah tangga ini awalnya hanya diisi oleh 5 orang. Mereka memang bekerja memasok jajanan ini ke warung. Artinya pekerjaan itu sudah menjadi pekerjaan tetap.

Enam bulan terakhir, ada 5 orang (keluarga) yang mengisi jajanan warung ini. Mereka adalah pelanggan warung kami yang selama ini bukan itu pekerjaannya. Kesulitan keuangan membuat mereka mencari uang tambahan. Beberapa sudah jual aset untuk bertahan bahkan sudah mantab (makan tabungan).

Jadi, kalau bapak-bapak pejabat bilang, Indonesia baik-baik aja, itu betul. Baik bagi mereka dan kroninya. Kalau rakyat, hemmmmm.