Mengapa Warga Di Karo Hilir Tidak Bertanam — Sorasirulo
Sorasirulo

Mengapa Warga Di Karo Hilir Tidak Bertanam

Budaya ·
Mengapa Warga Di Karo Hilir Tidak Bertanam

SERIULINA KAROSEKALI | SIBOLANGIT (Karo Hilir) | Laja adalah salah satu diantara beberapa dusun di Desa Salabulan (Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang) (Karo Hilir), merupakan sebuah wilayah pertanian dan pariwisata. Tapi, sebagai sebuah wilayah pertanian, seyogyanya Dusun Laja menghasilkan produk-produk pertanian termasuk sayur-sayuran. Namun, sebagian besar sayur-sayuran yang dikonsumsi oleh warga Laja adalah sayur-sayuran yang mereka beli dari pedagang sayur yang datang dari luar.

Pedagang sayur itu membawa berbagai jenis sayur asal Dataran Tinggi Karo seperti kol, sayur putih, sayur pait, kurmak parik, dan lain-lain.

Walaupun seluruh (100%) penduduk Laja bertani, tapi bahan pokok seperti beras dan sayur mayur yang mestinya bisa ditanam sendiri juga dibeli dari pedagang sayur yang datang 4 kali seminggu dengan mengendarai kenderaan roda empat. Sebenarnya, kalau warga mau, semua jenis sayuran bisa ditanam di sini untuk kebutuhan sendiri.

Tapi, mungkin karena tidak terbiasa, warga malas menanamnya meski untuk kebutuhan sendiri sehari-harinya. Padahal, kalau warga menyadari pola makan sehat, semua bisa diproduksi sendiri. Kalau hanya untuk konsumsi sendiri, lahan pertanian masih sangat memadai alias tersedia luas.

Lauknya bisa didapat dengan beternak, memancing ikan di sungai atau berburu hewan hutan. Kalau ini terjadi, sebenarnya tidak perlu semua kebutuhan sehari-hari dibeli pada pedagang dari luar.