Perjalanan Menuju
Lepas makan siang dan semua kegiatan di rumah selesai, di siang jelang sore hari itu kami pun berangkat menuju Tembengen, salah satu dusun di Desa Periaria (Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang) . Berangkat dari Patumbak dengan mengendarai kereta (sepeda motor-red) kami mengambil jalur via Delitua - Cinta Adil - Mbaruai - Biru-biru - Sarilaba dan terus ke Tembengen.
Hingga Biru-biru jalanya cukup bagus walau sesekali kita temui aspal yang kasar karena ditempel dan beberapa lubang kecil.
Tapi, usai meninggalkan Biru-biru, lewat jembatan di atas Lau Sememei, jalannya sangat rusak parah sampai ke tujuan kami di Tembengen. Bahkan sangat rusak parah hingga ke Penen. Karena kami menggunakan kereta jadi perjalanan lancar karena dapat memakai beram jalan yang dibeton atau memilah-milah bagian badan jalan yang dapat dilewati.
Sebagai informasi tambahan, Dusun Tembengen ini memang sangat sepi karena penduduknya juga sedikit. Namun, daerah kecil ini telah banyak menyumbangkan atlet-atlet berprestasi khususnya cabang atletik bagi Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi Sumatera Utara.
Dusun kecil ini cukup beruntung berkat kegigihan seorang guru olahraga yang juga pelatih atletik bermerga Sembiring Meliala. Dia tinggal di sana melatih anak-anak di Tembengen maupun perkampungan sekitar. Di sisi bagian kiri dan kanan jalan masih banyak pepohonan terutama duku dan durian di ladang-ladang warga membuat udara masih terasa segar dan pandangan mata kita juga sedikit terhibur dengan pemandangan indah walau saat itu cuaca panas dan matahari terik.
Kecamatan Biru-biru ini dulu terkenal dengan duku dan duriannya yang rasanya sering disebu-sebut oleh pecinta durian, paling enak! Kalau yang sudah pernah rasakan durian dari daerah ini, durian dari daerah lain, lewat! Saya pribadi sangat mendukung pernyataan tersebut. Bagaimana menurutndu kade-kade ?
Sudah banyak juga kita temukan lahan yang ditanami kelapa sawit, bahkan di jurang. Tentu aspek ekonomi dan efisiensi kerja, serta mengingat harga sawit yang terus mahal membuat masyarakat juga semakin tergoda untuk menanamnya.
Jalan lintas Biru-biru ini cukup ramai dilalui oleh warga sekitar dan pengunjung, apalagi di hari Minggu atau hari libur. Karena di sepanjang jalan Karo Jahe (Karo Hilir) ini cukup banyak ditemukan tempat wisata, khususnya pemandian alam dan air terjun. Juga menjadi akses tercepat untuk dapat menuju tempat-tempat pemandian air panas (air belerang), seperti Gua Ergedang di Penungkiren (STM Hilir), Lau Sigembura di Penen, Bukit Munthe dan Sibayak di Mardinding yang saat ini sudah mulai dikenal.
Tetapi, kita terus berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki untuk kelancaran transportasi orang dan barang dan tentu akan sangat mendukung peningkatan kunjungan wisata ke daerah tersebut.
Mejuah-juah INDONESIA https://www.youtube.com/watch?v=qbVXNM_S3oI