Silsilah Batak Atau Struktur — Sorasirulo
Sorasirulo

Silsilah Batak Atau Struktur

Budaya ·
Silsilah Batak Atau Struktur
Oleh Andichrist Theodicea Ginting

Batak terdiri dari 2 paruh masyarakat (moiety, yaitu SUMBA (Dinasty Matahari) dan LONTUNG (Dinasty Bulan). Tano Sumba adalah milik Batak Humbang dan Batak Silindung, sementara Tano Lontung milik Batak Samosir dan Batak Toba.

Perwujudan Tokoh untuk SUMBA (Dinasti Matahari) adalah Raja Isumbaon, dan perwujudan tokoh untuk LONTUNG (Dinasti Bulan) Guru Teatea Bulan.

Keduanya dianggap sebagai putra-putra Siraja Bata. Siraja Batak adalah wilayah ulayat pemuja dewa Bata. Dari dua dinasti itulah lahir 5 kelompok marga Batak, yaitu: 1. Nai Lontungon (clan Tatea Bulan, clan Borbor, dan lain-lain), 2. Nai Marata, 3. Nai Suanon, 4. Nai Rasaon, 5. Nai Ambaton (Parna atau Parna).

Semua orang Batak normalnya selalu mengaku Batak. Hanya penggiat pembatakan yang mengaku dirinya Batak Toba karena Batak Humbang, Batak Silindung, dan Batak Samosir umumnya tidak mau disebut diri mereka sebagai Toba. Datanglah pula Batak Karo mengaku saudara sepelabelan ataupun serumpun, ikut-ikut taik anyut.

Datanglah pula orang-orang tertentu yang mengatakan Batak tidak ada untuk memperkuat argumen bahwa Karo Bukan Batak (KBB). Kalau memang tidak ada Batak, mengapa berjuang Karo Bukan Batak? Gerakan BUKAN TOBA adalah milik Batak Silindung, Batak Humbang, dan Batak Samosir. Bapak dilarang ikutan, pak ...

Kita hargai mereka BATAK karena mereka memang mengaku diri mereka Batak. Memaksa mereka menjadi TOBA adalah justru melanggar HAM. Ketika seorang Silindung dan seorang Humbang bertemu satu sama lain mereka berseru, "halak Batak do, marhata Batak ma, asa martarombo hita, halak hita do, hita Batak do hape ". Bukannya mereka mengaku "hita Toba ". https://www.youtube.com/watch?v=kfWDcl3OS4k