Soal Urus Mengurusi -- Batak Juga Tak Senang
Di salah satu grup Batak, seorang marga Sagala membahas tentang marga Silalahi. Lalu, banyak komentator khususnya dari marga Silalahi tidak suka. Mereka berkomentar dengan kalimat-kalimat yang mengandung ketidaksenangan marga mereka dibahas oleh seseorang dari marga lain.
"Urusi margamu, nggak usah urusi marga orang lain," kata mereka.
Ini membuat saya tertawa. Bagaimana sesama Batak tidak senang marganya dibahas oleh marga lain walau masih sesama Batak, baik itu Batak Silindung, Batak Samosir, Batak Humbang ataupun Batak Toba.
Memang itu sudah tabiat atau kalau Orang Karo bilang, "𝘣𝘢𝘣𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩" jika seorang ataupun sekelompok orang yang tidak suka kalau urusan internal diri atau komunitasnya dicampuri oleh orang dari luar.
Apa yang dirasakan Orang Batak dari marga Silalahi ini yang tidak suka orang dari marga lain mencampuri urusan internal margannya, begitulah juga yang dirasakan oleh Suku Karo yang dimana orang-orang dari suku tetangga ataupun dari Suku Batak suka sekali mencampuri urusan internal Suku Karo.
Tetapi di sisi lain. Kaum banyak omong alias orang-orang/pelaku yang suka mencampuri urusan orang akan terus merasa dirinya layak, berhak untuk mencampuri urusan orang sampai nanti pada akhirnya urusan pribadinya juga akan dicampuri oleh orang luar, dan dia akan berteriak, "urusi urusanmu, nggak usah kau urusi urusan orang lain".
Begitulah kehidupan.