Suku-suku Di Sumut Dan Pembatak -- Bukan
Suku-suku di Sumatera Utara ini terdiri dari: Suku Karo, Suku Melayu, Suku Nias, Suku Pakpak, Suku Simalungun, Suku Mandailing, Suku Batak (Batak Silindung, Batak Samosir, Batak Humbang dan Batak Toba), dan sebagainya. Setiap suku itu memiliki kekhasannya berupa tanah ulayat, adat, bahasa, aksara, dan lain-lain. Jika ada yang mengatakan atau menuliskan, baik itu pribadi, institusi swasta maupun pemerintah Batak Karo "Batak Toba, Batak Pakpak, Batak Mandailing, Batak Simalungun, dan lain-lain" kita mengakui akan adanya hal demikian terjadi dan bahkan hingga saat ini.
Maka dengan adanya hal demikian, yakni penyebutan suku-suku di Sumut ini dengan embel-embel Batak, melatarbelakangi munculnya gerakan bukan Batak, sebagai bentuk penolakan dan pelurusan.
Jadi gerakan bukan Batak itu menuntut hal yang nyata, bukan semu. Berbeda dengan misalkan ada pula muncul gerakan Karo Bukan Toba yang digerakkan oleh orang-orang Batak, ini tentu sangat membingungkan. Mengapa?
Karena tidak ada di dunia ini yang telah terjadi atau juga upaya menTOBAkan Karo. Jadi, buat apa kita menuntut Karo Bukan Toba?! Terlihat bahwa gerakan Karo bukan Toba ini seperti istilah "menjerat angin". Yang terjadi adalah pembatakan serta upaya membatakkan terus berlangsung terhadap Suku-suku Karo, Pakpak, Mandailing, Simalungun, dan lain-lain sehingga kita menolak itu dan mencoba meluruskannya.
Jadi man banta perKBB, ula ka pagi kam ikut-ikutenka erKBT ya! Mela kita nggejeki si la lit oh... https://www.youtube.com/watch?v=CsanYuaFmFA