Tanggungjawab Medis Kata Tukang Pijatku (1) -- Bagaimana Tanggungjawab
Setelah mengamati perkembangan kesehatanku, 2 minggu lalu tukang pijatku berkata akan datang memijatku 2 minggu sekali dari sebelumnya seminggu sekali. Saya mempertanyakannya (sedikit protes), jawabnya, "ini tanggungjawab medis."
Sayapun terpaksa menerimanya karena istilah "tanggungjawab medis" sangat jelas bagiku.
Sebelumnya, aku hanya berpikir, aku direkomendasi oleh dokter untuk mendapatkan massage (dengan surat pengantar). Asuransiku yang lumayan bagus jelas akan membayarnya sehingga dia sebenarnya mendapat pemasukan ekonomi lebih besar dengan memijatku seminggu sekali daripada 2 minggu sekali (sekali pijat 60 euro).
Tapi, dengan istilah "tanggungjawab medis", aku mengerti dia berpendapat kalau aku tidak lagi membutuhkan massage seminggu sekali. Itulah yang dinamakan dengan etika yang di dalam hal ini terkhusus etika medis.
Karena itu pula, ada dewan etik medis. Debat-debat etik juga selalu ramai di Belanda seperti halnya di awal persetujuan undang-undang terhadap bunuh diri dan pengguguran jabang bayi secara medis di rumah sakit.
Kita sering menyaksikan debat-debat itu di televisi dengan menghadirkan pakar etik. Karena itu pula etik merupakan salah satu jurusan penting di universitas.
Singkatnya, tanggungjawab medis adalah bagian dari etika dan etika bukan sekedar sopan santun, tapi pertanggungjawaban terhadap hidup bersama.
Di Bagian 2 nanti aku akan menjelaskan mengapa aku menggerakan banyak aksi terkait Kerajaan Haru dan Guru Patimpus, tapi sekalipun tidak pernah menulis mereka adalah bagian Sejarah Karo.
BERSAMBUNG