Tok! Hut Gbkp Disahkan Setiap 18 — Sorasirulo
Sorasirulo

Tok! Hut Gbkp Disahkan Setiap 18

Budaya ·
Tok! Hut Gbkp Disahkan Setiap 18
Laporan SALMEN S. KEMBAREN dari Sukamakmur (Karo Hilir)

Sidang Majelis Sinode 2025 akhirnya memutuskan Hari Ulang Tahun GBKP adalah 18 April. Hal ini dilandasi pada data saatnya seorang missionaris NZG (Nederlands Zendeling Genootschap) (Organisasi Missi Belanda) bernama H.C. Kruyt tiba pertama kalinya di Buluh Awar. Pimpinan sidang akhirnya mengetuk palu seteleh beberapa interupsi dari peserta sidang.

Pimpinan Kelompok Umum awalnya memaparkan beberapa opsi pilihan penetapan HUT GBKP dari Pokja Penetapan HUT GBKP.

Opsi tersebut antara lain pertama, hari dimana penginjil tiba di Buluh Awar (Karo Hilir) yang pada saat itu Belanda menyebutnya Karo Doesoen pada 18 April 1890. Ke dua, baptisan pertama sebagai adanya anggota gereja bersuku Karo pada 20 Agustus 1893. Ke tiga, berdasarkan Sidang Majelis Sinode Pertama yakni pada 23 Juli 1941. Ke empat, penahbisan Pendeta pertama Suku Karo juga pada 23 Juli 1941. Dan terakhir, keabsahan GBKP berbadan hukum di Indonesia yakni 9 Desember 1972.

Awalnya Pt. Salmen Sembiring dari Klasis Medan Kampung Lalang melakukan interupsi. Dia menyampaikan bahwa nama GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) ada sejak 23 Juli 1941. (Sebelumnya hanya ada rumah ibadah bernama Karo Kerk , red).

"Sebelum itu tidak ada kata GBKP, juga kelembagaannya" ujarnya.

Menurutnya, kelahiran GBKP paling logis adalah pada sidang sinode pertama tersebut.

Interupsi juga dilanjut oleh Pdt Jonathan Sembiring dari Klasis Lau Baleng. Pada dasarnya ia menyampaikan bahwa sebelum itu seluruhnya masih dikelola NZG bukan GBKP. Lebih jauh ia menyatakan bahwa ada data Perayaan Jubileum 50 tahun NZG di Kabanjahe, bukan GBKP.

Setelah itu, pimpinan sidang kemudian meminta Pokja Penetapan HUT GBKP menjelaskan analisis mereka. Pdt. Mehamad Wijaya kemudian memaparkan satu persatu alasan dan berbagai contoh gereja dalam menetapkan hari lahir gerejanya. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa yang paling tepat menurutnya juga adalah poin ke dua (20 Agustus 1893) dan ke tiga (23 Juli 1941).

Namun, ia juga melemparkan ke peserta sidang. Pimpinan Sidang kemudian meminta pendapat keseluruhan peserta sidang.

"Apakah kita sepakat usulan kelompok bahwa HUT GBKP 18 April?" tanyanya.

Riuh kata setuju tampaknya lebih besar sehingga palu diketok pimpinan sidang Pdt. Sri Br Ginting dari Klasis Berastagi.